Calon Ketua Umum EDSA Periode 2026–2027 Sampaikan Visi dan Misi dalam MUSMA Fakultas Tarbiyah

Lhokseumawe — Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) melaksanakan Musyawarah Mahasiswa (MUSMA) sebagai forum evaluasi dan pertanggungjawaban kepengurusan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) periode sebelumnya. Dalam forum ini, masing-masing pengurus HMJ memaparkan laporan pelaksanaan program kerja yang telah dijalankan selama masa kepengurusan sebagai bagian dari proses demisioner organisasi. Kegiatan MUSMA diikuti oleh seluruh HMJ yang berada di lingkungan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, termasuk HMJ Tadris Bahasa Inggris (EDSA), serta perwakilan mahasiswa dari berbagai program studi. MUSMA menjadi wadah resmi untuk melakukan refleksi kinerja organisasi sekaligus memastikan keberlanjutan kepemimpinan mahasiswa secara demokratis dan transparan.

Setelah agenda penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian visi dan misi Calon Ketua Umum EDSA Periode 2026–2027. Dalam kesempatan tersebut, Ayu Diani Syariah memaparkan visi kepemimpinannya, yaitu menciptakan Himpunan Mahasiswa Prodi Tadris Bahasa Inggris sebagai lembaga eksekutif yang inovatif, produktif, inklusif, serta memiliki solidaritas tinggi untuk mewujudkan kebermanfaatan di tingkat program studi maupun fakultas.

Visi tersebut diperkuat dengan visi inti EDSA periode 2026-2027, yakni menjadikan EDSA sebagai organisasi mahasiswa yang terdepan dalam inovasi, inklusivitas, dan kebermanfaatan, serta menjadi wadah kolaborasi pengembangan potensi mahasiswa Tadris Bahasa Inggris. Untuk mewujudkan visi tersebut, disampaikan sejumlah misi yang menitikberatkan pada pengembangan potensi mahasiswa secara kreatif dan berkelanjutan, pemanfaatan media digital sebagai sarana pembelajaran interaktif, serta mendorong kreativitas dan inovasi mahasiswa melalui kegiatan kompetitif dan karya berbahasa Inggris.

Ketua Jurusan Tadris Bahasa Inggris, Dr. Zurriyati, S.Ag., M.Hum., memberikan tanggapan positif terhadap pelaksanaan MUSMA sebagai ruang evaluasi dan regenerasi organisasi mahasiswa. Ia menilai kegiatan ini mencerminkan kedewasaan berorganisasi serta tanggung jawab pengurus dalam mempertanggungjawabkan program kerja yang telah dilaksanakan. “Kepengurusan mendatang diharapkan mampu memperkuat sinergi antara mahasiswa, HMJ, dan jurusan sehingga dapat melahirkan program-program kegiatan yang berkualitas, berkelanjutan, serta memberikan dampak positif bagi pengembangan akademik dan organisasi,” tuturnya.

Pelaksanaan MUSMA ini sekaligus menandai berakhirnya masa kepengurusan HMJ Tadris Bahasa Inggris periode sebelumnya yang dipimpin oleh Ahmad Mulia Panirogan Siregar, serta menjadi pijakan awal bagi mahasiswa dalam menyiapkan arah kepemimpinan EDSA pada periode selanjutnya.

Share this Post