Hardiknas 2026: Kemenag RI Tegaskan Dukungan Penuh untuk PGMI Menuju Reputasi Global

LHOKSEUMAWE, 1/5/2026 – Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Perkumpulan Dosen Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PD-PGMI) menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk “Penguatan Program Studi PGMI Menuju Pendidikan Tinggi Bereputasi Global” secara daring pada Jumat (1/5). Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi program studi PGMI di Indonesia dalam merumuskan langkah strategis menuju peningkatan reputasi akademik di tingkat global, khususnya pada bidang pendidikan versi QS World University Rankings (WUR).

Seminar nasional tersebut menghadirkan narasumber utama Prof. Dr. Sahiron Syamsudin, MA, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama RI. Dalam paparannya, Prof. Sahiron menegaskan bahwa Prodi PGMI merupakan salah satu aset penting Kementerian Agama karena memiliki peran besar dalam mencetak sumber daya manusia unggul, khususnya pada bidang pendidikan dasar Islam.

Menurutnya, PGMI tidak hanya berperan dalam menyiapkan guru kelas madrasah ibtidaiyah yang profesional, tetapi juga menjadi bagian penting dalam peningkatan mutu pendidikan Islam di Indonesia. Kementerian Agama, lanjutnya, berkomitmen memberikan dukungan terhadap berbagai upaya strategis PD-PGMI dalam mendorong lulusan PGMI agar mampu bersaing, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga pada level internasional.

Sejalan dengan hal tersebut, perwakilan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kemenag RI turut memaparkan sejumlah langkah penguatan kelembagaan yang sedang disiapkan. Transformasi menuju reputasi global dinilai membutuhkan kolaborasi yang kuat antara kebijakan kementerian, asosiasi keilmuan, dan implementasi nyata di tingkat program studi.

Sementara itu, Ketua PD-PGMI, Dr. Andi Prastowo, M.Pd.I, dalam sambutannya menekankan pentingnya penguatan mutu penelitian, publikasi ilmiah, pengabdian kepada masyarakat, serta peningkatan kualitas tata kelola prodi. Menurutnya, target menuju pengakuan global dapat dicapai apabila seluruh pengelola Prodi PGMI memiliki visi, komitmen, dan langkah bersama.

Kegiatan yang dimulai pukul 13.30 WIB tersebut diikuti oleh 302 peserta, terdiri atas pengurus PD-PGMI, para Ketua Program Studi PGMI dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri dan Swasta se-Indonesia, serta para dosen pemerhati pendidikan dasar. Seminar ini menghasilkan beberapa rekomendasi strategis, di antaranya peningkatan kolaborasi riset internasional antar dosen PGMI, internasionalisasi kurikulum yang tetap berlandaskan nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan, serta penguatan jejaring alumni agar memiliki daya saing di dunia kerja nasional maupun internasional.

Ketua Prodi PGMI UIN Sultanah Nahrasiyah, Dr. Sarah Fazilla, S.Si., M.Pd, menyambut baik komitmen penguatan yang disampaikan oleh Kementerian Agama RI dan PD-PGMI. Menurutnya, arah pengembangan PGMI menuju reputasi global menjadi peluang besar bagi program studi dalam meningkatkan mutu akademik, memperluas jejaring kerja sama, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap lulusan PGMI.

“Dukungan dari Kementerian Agama dan PD-PGMI menjadi motivasi penting bagi kami di tingkat program studi untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas. PGMI UIN Sultanah Nahrasiyah berkomitmen menyiapkan calon pendidik madrasah ibtidaiyah yang profesional, religius, adaptif, dan mampu bersaing sesuai standar pendidikan yang terus berkembang,” ungkap Dr. Sarah Fazilla.

Ia juga menambahkan bahwa momentum ini menjadi kabar baik bagi calon mahasiswa baru, terutama dalam masa Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB). Menurutnya, kuliah di PGMI bukan hanya mempersiapkan mahasiswa menjadi guru kelas, tetapi juga membentuk pendidik masa depan yang memiliki kompetensi pedagogik, karakter Islami, literasi digital, serta wawasan global.

Melalui dukungan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI dan sinergi PD-PGMI, Prodi PGMI UIN Sultanah Nahrasiyah optimis dapat terus berkontribusi dalam mencetak lulusan yang unggul, berdaya saing, dan siap mengambil peran dalam pengembangan pendidikan dasar Islam di Indonesia maupun di tingkat global.

Share this Post