Dosen dan Mahasiswa TBIn Melaksanakan PKM Psikososial Storytelling Pasca Bencana
Lhokseumawe Sabtu 10 Januari 2025, Dosen dan mahasiswa Program Studi Tadris Bahasa Indonesia (TBIn) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) berupa layanan psikososial pascabencana banjir di Desa Alue Ie Puteh, Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara.
Kegiatan PKM ini merupakan bentuk kolaborasi aktif antara dosen dan mahasiswa TBIn yang didukung oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) TBIn, serta melibatkan mahasiswa lintas jurusan di lingkungan FTIK. Program ini difokuskan pada pemulihan kondisi psikologis anak-anak yang terdampak banjir melalui pendekatan edukatif dan rekreatif.
Sebagai media utama pendampingan psikososial, tim PKM menghadirkan kegiatan storytelling menggunakan boneka tangan Nusa dan Rara. Metode ini dipilih karena dinilai efektif dalam membantu anak-anak mengekspresikan emosi, mengurangi trauma, serta menumbuhkan kembali rasa aman dan semangat pascabencana.
Anak-anak menunjukkan antusiasme tinggi sejak awal kegiatan. Mereka tampak tertawa, berinteraksi aktif, dan mengikuti alur cerita dengan penuh perhatian hingga sesi berakhir. Suasana yang awalnya diliputi duka perlahan berubah menjadi lebih ceria dan penuh kehangatan.
Ketua Program Studi Tadris Bahasa Indonesia, Istiqamah, M.Pd., menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap pelaksanaan PKM tersebut. Ia menegaskan bahwa kolaborasi dosen dan mahasiswa dalam kegiatan pengabdian merupakan wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. “Kegiatan PKM psikososial ini sangat relevan dengan kondisi masyarakat pascabencana. Kolaborasi dosen, mahasiswa, dan HMJ menunjukkan kepedulian akademisi terhadap persoalan kemanusiaan, khususnya pemulihan mental anak-anak. Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut dan memberi dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, dosen dan mahasiswa TBIn tidak hanya berkontribusi dalam pemulihan psikologis anak-anak, tetapi juga memperkuat peran perguruan tinggi sebagai mitra masyarakat dalam menghadapi situasi darurat dan pascabencana.